
Koordinasi Pengembangan Pertanian di Bangka Selatan
Bangka Selatan, 8 Januari 2025. Kepala Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Veteriner (BBPSI Veteriner), Fery Fahrudin Munier, menghadiri pertemuan koordinasi Brigade Pangan (BP), di Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Pertemuan ini berlangsung di kediaman Frenky, Manajer BP Gadung Raya, dihadiri Direktur Polbangtan Yoma Bambang Sudarmanto bersama staf pendamping, Misnah (Koordinator Penyuluh dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan).
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BBPSI Veteriner memberikan arahan terkait optimasi pengelolaan lahan sawah yang menjadi bagian penting dari keberhasilan program BP yang melibatkan Petani Milenial. Topik utama yang dibahas adalah mengenai kesepakatan kerja sama (MoU) dengan para pemilik lahan. Di Desa Gadung, beberapa pemilik lahan hanya bersedia menyerahkan lahannya untuk dikelola selama satu tahun, sementara di desa lain, ada yang setuju untuk periode pengelolaan lima tahun. Kepala BBPSI Veteriner mendorong Manajer BP untuk melakukan pendekatan persuasif agar memastikan jangka waktu pengelolaan yang lebih panjang, setidaknya lima tahun, mengingat investasi alat dan sarana produksi membutuhkan waktu yang cukup untuk mencapai Break Even Point (BEP).
Selain itu, kondisi lahan sawah irigasi yang kini ditumbuhi pohon galam dan semak perlu menjadi perhatian. Rehabilitasi lahan ini menjadi prioritas, dengan dukungan penuh dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan. Harapannya, target peningkatan indeks pertanaman padi dari IP 100 (reguler) ke IP 200, bahkan IP 300 dapat tercapai melalui upaya intensifikasi dan perbaikan infrastruktur pertanian yang dikelola BP.
Penambahan modal usaha tani dapat mengakses layanan KUR (Kredit Usaha Rakyat) pada Bank Pemerintah. Mengingat risiko banjir yang cukup tinggi di wilayah Bangka Selatan, Kepala BBPSI Veteiner merekomendasikan agar petani mengikuti asuransi pertanian sebagai langkah mitigasi yang penting untuk melindungi usaha tani padi.
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, dan Brigade Pangan dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian serta mempercepat pembangunan pertanian berkelanjutan di Bangka Selatan.